Mittwoch, 26. November 2008

i've always loved you, i always love you



i was so happy, that i almost cried..

it's been more than two years
and many things have changed
but i have always loved you
i always love you
and we are still holding on.

and i am so thankful

that i have you in my life. :)

Samstag, 22. November 2008

(An)other Blog

i now pronounce you..

http://dewijoshin.wordpress.com

ahiahiahia setelah 2 blog di fs, 2 blog di blogspot, dan 1 blog di diaryland.. ahahaha.. tapi yang di wordpress diimport dari blog ini juga ko.. ;))

Baru ganti theme lagi.. sebenernya sih sukaaaaa banget sama yang ChaosTheory, tapi headernya ga bisa ditambahin gambar.. eheheh.. jadi masi nyari2 themes yg sesuai kebutuhan.. ;))


ah udah ah.. ehehehe..


blogs, in which currently I write:

  • http://dewijoshin.blogspot.com (tapi di-lock.. jadi cuma 2 org yg bisa baca.. ahahaha..)
  • http://dewidewidewi.blogspot.com
  • http://dewijoshin.wordpress.com
  • http://bipbipbip.diaryland.com
  • http://dewidewidewi.blogs.friendster.com (udah lama ga diupdate.. ihiihihhi)
ya ampun, banyak juga ya.. ahiahiahi..

Montag, 17. November 2008

Lebih baik menikah siri

So.. hari ini (hehe) aku sudah mulai mengurus pernikahan ke KUA. Baru tanya-tanya syarat mendaftarkan pernikahan sih. Tapi rasanya menggemaskan sekali..

Menurut UU Perkawinan, biaya mendaftarkan pernikahan itu Rp. 180.000,00. Tapi tadi, dengan gamblangnya petugas KUA mengatakan biayanya sebesar Rp. 600.000,00. Wew wew.. Berapa kali lipat coba itu. Macam-macam lah alasannya..

Berhubung aku termasuk orang yang (relatif) taat hukum, dan berbekal pengalaman mengurus administrasi (yang super duper mudah dan teratur) di Jerman, jadi aku agak-agak pgn nyolek petugas KUA tersebut.

Jadi, bener juga apa yang dikatakan Bu Wida (calon perias pengantinku.. hihhi), 'Pantesan aja orang-orang pada nikah siri'.. Ya pasti lah, daftarin pernikahan aja biayanya segitu. Padahal tanpa mendaftarkan ke KUA aja, secara agama pernikahan itu bisa resmi (sah) kalo ada yang menikahkan, czlon pengantin, wali pengantin perempuan, mahar, dan ijab kabul.

Sekalian aja: Pantesan aja banyak pasangan kumpul kebo. :))

i carry your heart with me

i carry your heart with me(i carry it in
i carry your heart with me(i carry it in
my heart)i am never without it(anywhere
i go you go,my dear;and whatever is done
by only me is your doing,my darling)
i fear
no fate(for you are my fate,my sweet)i want
no world(for beautiful you are my world,my true)
and it's you are whatever a moon has always meant
and whatever a sun will always sing is you

here is the deepest secret nobody knows
(here is the root of the root and the bud of the bud
and the sky of the sky of a tree called life;which grows
higher than soul can hope or mind can hide)
and this is the wonder that's keeping the stars apart

i carry your heart(i carry it in my heart)

(E>E. Cummings)

Freitag, 10. Oktober 2008

Halo lagi!

Halo lagi!

Udah lama banget blog ini tidak terurus. Kadang-kadang ada ide buat nulis, tapi memang kecepatan tangan tidak dapat menyamai kecepatan otak.. =P Jadi ide-idenya terkubur lagi di otak.

Mulai sekarang, blog ini bakal diisi sama sampah-sampah juga. Sampah-sampah otak yang ga tau harus dibuang ke mana. Memang itu kan gunanya blog?!

Dulu banget, pernah ada teman yang dulunya hobi banget baca. Semua jenis buku, dia pasti mau baca. Tapi entah kenapa, 3 tahun yang lalu teman ini bilang, kalo dia saat itu merasa jenuh sama hobinya itu. Sudah kehilangan gairah membaca, katanya. Waktu itu aku heran juga, kok bisa tiba-tiba merasa jenuh sama hobi yang sudah mendarah daging belasan tahun [waktu itu umur beliau sudah 21 tahun, jadi wajar dong kalo hobinya udah belasan tahun]. Ternyata setahun ini, aku mengalami fenomena yang sama. Hobi membaca tiba-tiba menjadi sesuatu yang menjemukan. Sejak saat itu, otak ini rasanya cuma mau nerima yang ringan-ringan aja.

Hal seperti itu terjadi juga dengan kegiatan menulis. Diary sudah setahun lebih nganggur. Blog tidak terjamah. Buku puisi sudah bertahun-tahun tidak diperbaharui.

Tapi sekarang aku jadi kangen nulis. Kangen bercerita. Kangen berpuisi. Hoho..

Jadi, bagaimana kalau aku memulai lagi?



Udah ah. pusing.

warme Gruesse ;)

Dewi!

Sonntag, 3. Februar 2008

Erfurter Festumzug

Halo! Posting kali ini saya akan menceritakan sedikit mengenai karnaval di Erfurt.

Guru les saya pernah bilang, kalau di Jerman sebenarnya ada lima musim, empat musim yang pertama adalah musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Sedangkan musim yang kelima adalah musim karnaval. Musim karnaval ini berlangsung mulai dari tanggal 11 November pada pukul 11.11, dan berakhir di bulan Februari.

Nah, hari minggu tanggal 3 Februari kemarin, saya dan beberapa teman pergi ke penutupan karnaval di landmark kota, yaitu Domplatz. Di sini karnaval disebut Karneval, Fesching, atau Umzugfest. Sebenarnya karnaval ini tidak hanya ada di Erfurt, tetapi ada di seluruh Jerman. Yang paling ramai sih adanya di Köln, Dusseldorf, dan di Mainz. Namun bukan berarti di Erfurt kami tidak mengadakan karnaval.

Karnaval kemarin cukup ramai. Cuaca yang sangat cerah dan matahari yang terik membuat acara karnaval ini tidak seperti karnaval di musim dingin. Meskipun lama kelamaan udara menjadi terasa amat dingin. Karnaval ini diikuti oleh 34 kendaraan hias, peserta karnaval lainnya dengan kostum yang berbeda-beda, serta pengunjung yang sangat banyak. Selain peserta karnaval, pengunjung juga banyak yang mengenakan kostum, bahkan bayi-bayi pun banyak yang didandani oleh orang tuanya. Ada yang mengenakan wig, ada yang mengenakan baju dengan banyak daun-daun hijau, dan lain-lain.

Rombongan karnaval ini mengelilingi area pusat kota, mulai dari Domplatz, Andreasstrasse, Johannesstrasse, Juri-Gagarin Ring, dan kemudian kembali ke Domplatz. Selama karnaval ini, baik peserta karnaval yang berada di atas kendaraan hias maupun peserta karnaval yang menari-nari atau bermain musik membagikan banyak hadiah untuk pengunjung yang memenuhi tepi jalan. Mulai dari permen, coklat, popcorn, jelly, buku notes, alat-alat tulis dan pensil warna, tissue toilet, sampai kondom. Para pengunjung sudah menyiapkan plastik atau tas untuk menyimpan hadiah-hadiah ini. Bahkan banyak juga yang membawa payung, kemudian dibuka terbalik, supaya dapat menampung banyak hadiah yang dilemparkan. Total waktu berlangsungnya karnaval ini sekitar 2 jam.

Demikianlah sedikit cerita mengenai karnaval di Erfurt. Semoga yang membaca dapat sedikit tertulari keceriaan karnaval di Erfurt ini. :) Berikut saya tampilkan foto-fotonya:



>> ini suasana jalan sebelum karnaval dimulai

>> kerumunan pengunjung sebelum karnaval dimulai

>> awal karnaval
>> peserta karnaval, bayinya juga ikut

>> peserta karnaval

>> kerumunan pengunjung, membawa payung untuk menadah hadiah.

>> seorang teman yang mendapat hadiah temporary tattoo.

>> peserta karnaval

>> peserta karnaval

>>peserta karnaval

>>peserta karnaval. Dia membawa gagang sapu, menakut-nakuti pengunjung yang mengambil fotonya.

>> peserta karnaval. Sekeluarga dengan kostum yang sama.

>> peserta karnaval

>> peserta karnaval, dengan baju kelelawar

>> peserta karnaval dengan kostum monster pohon.

>> Fluch der Karibik = Pirates of Caribbean

>> peserta karnaval, film-film Hollywood.

>> suasana jalan ketika mulai dibersihkan setelah karnaval.

>> Hadiah yang saya dapat.. :P

Sonntag, 27. Januar 2008

Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Bhaktikan

Satyaku ku dharmakan, dharmaku ku bhaktikan


Ada yang pernah mendengar kalimat itu? Saya pertama mendengar kalimat itu ketika saya masih kelas 1 SMA. Saat itu, teman saya yang aktif di pramuka menyadur suatu tulisan yang akhirnya bertuliskan kalimat itu. Saya sangat suka dengan tulisan tersebut. Belakangan saya baru tahu, kalimat tersebut adalah motto pramuka. Apa sih sebenarnya arti dari kalimat tersebut?

Satya berasal dari bahasa sansekerta, artinya kebenaran. Bisa juga didefinisikan sebagai segala hal yang mendekatkan diri kita kepada 'sat' [= Tuhan]. Kata satya sering digunakan sebagai lambang dari gerakan-gerakan sosial.
Sedangkan secara filosofis, 'satya' memiliki makna tidak dapat diubah, tidak mengalami distorsi, meliputi seluruh jagat raya ini dan kekonstanannya.
Sedangkan dalam kode kehormatan pramuka, satya berarti:
1. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
2. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
3. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.

Dharma
berasal dari bahasa sansekerta memiliki arti standar kesopanan, etika, hukum, undang-undang, dan agama. 'Dharma' merupakan salahsatu konsep Hinduismus, berasal dari 'Dhr', yang artinya, maaf ada 2 versi, dari sumber bahasa inggris artinya langkah, dari sumber bahasa Jerman artinya menahan. Dharma merupakan acuan atau penentu kehidupan dari seorang penganut Hindu di berbagai aspek, misalnya kebiasaan, kehidupan sosial dan keluarga, ritual keagamaan, hukum dan moral, dan kehigienisan serta cara mempersiapkan makanan.
Dharma juga ternyata merupakan salahsatu konsep Budhismus yang termasuk di dalamnya adalah empat jalan kebenaran. Secara filosofis, konsep 'Dharma' ini tidak mereduksi [atau memisahkan?] elemen-elemen manusia dengan elemen-elemen mental dan fisik.
Dalam kode kehormatan pramukan, 'Dharma' memiliki makna:
1. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
2. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
3. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong.
4. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

Bhakti
juga berasal dari bahasa sansekerta yang artinya ketaatan. Dalam Hinduismus, kata ini secara khusus diartikan sebagai menunjukkan ketaatan kepada Dewa-Dewa.


Meskipun penjelasan panjang seperti itu, interpretasi saya secara pribadi tidaklah sepanjang itu. Bagi saya, kalimat Satyaku ku dharmakan, dharmaku ku bhaktikan berarti melakukan sesuatu yang terbaik dari diri kita untuk sesama manusia sebagai salahsatu makhluk Tuhan, sebagai salahsatu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sebagai salahsatu cara untuk menunjukkan ketaatan diri kepada Tuhan.

Simple, dan saya bermimpi untuk bisa berbuat sesuatu untuk sesama. Terlepas dari bentuk mendekatkan diri kepada Tuhan atau ketaatan terhadap Tuhan, untuk saya, berbuat sesuatu untuk orang lain memiliki makna lain buat diri saya pribadi, sesuatu yang tidak bisa dinilai atau dibandingkan atau diganti atau dibayar dengan apapun : Kepuasan dan Kebahagiaan.

Sumber:
http://www.pramuka.or.id/
http://en.wikipedia.org/wiki/Satya
http://de.wikipedia.org/wiki/Dharma
http://de.wikipedia.org/wiki/Bhakti
http://en.wikipedia.org/wiki/Bhakti
http://id.wikipedia.org/wiki/Trisatya#satya